menjadi pemimpin?
Amanah yang berat ,
Ya.. memang..
tapi apalah daya , sebagai salah satu kemenangan aktivitas dakwah ku dikelas .
Dengan Kepemimpinan ku, kekuasaan ku di kelas , tapi semua nya itu tak berjalan dengan mulus .
Penuh cacian, kataan , yang begitu menyakitkan.
Apalagi dengan pengenalan sifat kami yang satu sama lain belum lama ,
Masih proses waktu pengenalan watak satu sama lain
Banyak rintangan semua ini .
Semoga Allah selalu memberi kekuatan kepada ku menjalankan semua ini
**to be continue**
Selasa, 07 Januari 2014
Membangun energi yang positif
Yakin - PD - optimis - berani
emosi positif - kinerja otak - peluang sukses - harga diri - emosi positif
Makna Tafsir Qs al-insyroh :
lapang dada - urusan mudah - proses lancar - prestasi
emosi positif - kinerja otak - peluang sukses - harga diri - emosi positif
Makna Tafsir Qs al-insyroh :
lapang dada - urusan mudah - proses lancar - prestasi
manajemen qolbu (hati)
ada 3 :
1. qolbu mayyit : hati yang mati , diibaratkan sebuah kopi
2. qolbu marid : hati yang sakit, diibaratkan seperti teh yang keruh
3. qolbu salim : sehat , diibaratkan seperti air yang bening
1. qolbu mayyit : hati yang mati , diibaratkan sebuah kopi
2. qolbu marid : hati yang sakit, diibaratkan seperti teh yang keruh
3. qolbu salim : sehat , diibaratkan seperti air yang bening
Konsolidasi Pemenangan Dakwah 2014
1. Aksi
2. Riayah ma'nawiyah : halaqoh , kajian fikroh, jalasah ruhiyah/ mabit, majelis murobbi
3. Dakwah darat : Baksos , Pengadaan TO/ spmb , Bimbel , Layanan kesehatan
4. Udara : sosial media
Tugas : memelihara, mengembangkan , pengarahan , pemberdayaan
2. Riayah ma'nawiyah : halaqoh , kajian fikroh, jalasah ruhiyah/ mabit, majelis murobbi
3. Dakwah darat : Baksos , Pengadaan TO/ spmb , Bimbel , Layanan kesehatan
4. Udara : sosial media
Tugas : memelihara, mengembangkan , pengarahan , pemberdayaan
Senin, 23 Desember 2013
Mempersiapkan Diri Menuju Pernikahan
Di copas dari: Materi Halaqoh Tarbiyah.
“Dan diantara sebahagian dari tanda-tanda kebesaran Allah
SWT,
Dia menciptakan pasangan dari jenis kalian sendiri,
supaya kalian betah tinggal bersamanya. Dan Dia
menciptakan
diantara kamu rasa
cinta dan kasih.
Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kebesaran Allah
bagi orang-orang bagi orang-orang yang berfikir”
(QS. Ar-Ruum:21)
Pernikahan
dan rumah tangga selalu menjadi harapan dan problema utama bagi remaja, orang
tua, bahkan negara. Si remaja bingung menghadapi tantangan dalam pernikahan.
Orang tua pusing dengan keinginan anaknya. Negara pun sering direpotkan dalam
menghadapi masalah yang satu ini. Untuk
mengatasi tantangan ini dibutuhkan pengetahuan tentang tiga hal yaitu:
Fungsi Keluarga
Sebuah
keluarga dapat menjadi surga atau neraka bagi penghuninya. Untuk menjadikan
keluarga sebagai surga, ia harus melakukan empat fungsi, yaitu:
Fungsi
Fisiologis
- Tempat
berteduh
- Tempat
mendapatkan makan, minum, dan pakaian
- Tempat
suami istri saling memenuhi kebutuhan biologis
Fungsi
Psikologis
- Penerimaan
sosial
- Rasa
aman dan nyaman
- Dukungan
psikologis
- Basis
pembentukan : identitas, citra, dan konsep diri
Fungsi
Sosiologis
- Institusi
Pendidikan
- Institusional
terkecil
- Masyarakat
islam
Fungsi
Dakwah
- Obyek
dakwah pertama
- Partisipan
dakwah
- Antibodi
virus kejahatan
- Model
keluarga muslim ideal
Latar
belakang Pernikahan
-
Fitrah Kauniyyah
Fitrah
kauniyyah
adalah realitas fitriyah sebagai naluri yang dibekalkan sejak azali
kepada setiap makhluk hidup.
-
Haajah Basyariyyah
Naluri
seksual merupakan salah satu potensi makhluk hidup. Bahkan gejolak instinktif
syahwat manusia tumbuh dan berkembang secara alamiyah, sesuai dengan
pertumbuhan dan perkembangan fisik dan psikisnya, serta stimulusnya eksternal.
-
Fariidlah Syar’iyyah
Islam
mengharamkan seorang muslim untuk menahan diri dari pernikahan dan berzuhud
dengan niat melakukan ruhbaaniyyah, menyepi hanya beribadah dan
mendekatkan diri kepada allah. Terlebih apabila ia mampu dan memperoleh
kemudahan untuk melaksanakannya.
-
Dlaruurah ad Da’aawiyyah
Pernikahan
adalah bagian integral da’wah. Mengingat Al-islam adalah agama dak’wah atau
missi, maka setiap pribadi muslim adalah da’i atau misionaris, sehingga
menuntut untuk selalu mengaitkan pernikahan dan kerumahtanggaan itu kepada aktivitas dakwah
islamiyyah yang diembannya.
Proses
Persiapan Pernikahan
-Fisik
·
Alat reproduksi
Yakinkan
sebelum menikah bahwa alat reproduksi berfungsi dengan normal. Karena didalam
islam istri boleh menuntut cerai kepada suaminya apabila alat reproduksinya
tidak berfungsi dengan normal. Kalau kejadiannya dipertengahan rumah
tangga boleh dipertahankan hingga 2
tahun.
·
Fisik secara umum
Pernikahan
tidak hanya memuaskan kebutuhan biologis tapi juga keturunan, sehingga hal-hal
yang sifatnya umum seperti jantung, paru-paru dll harus diketahui sebelumnya.
Bahkan Islam menganjurkan agar kita mengetahui bau badan calon pasangannya
terutama bau mulut dan ketiaknya. Islam menganjurkan ketika kita sudah masuk
usia baligh untuk melukan olah raga yang keras seperti berkuda, memanah, dan
berenang. Ini untuk membangun sipat maskulin pada laki-laki.
·
Psikologis
Maksudnya
adalah kematangan tertentu secara psikologis untuk menghadapi
tantangan–tantangan yang besar. Karena setelah kita berkeluarga status kita
akan berubah, kita menjadi suami, ayah, menantu, disini dituntut jiwa
kepemimpinan didalam rumah tangga. Kebebasan prilaku, waktu ketika bujang tidak
lagi berlaku setelah menikah. Sehingga yang sangat penting untuk disiapkan
adalah menjaga keseimbanagan antara ambivalensi emosi/perasan jiwa.
·
Pemikiran
Seseorang
yang ingin menikah harus sudah memiliki dasar pemikiran yang jelas tentang
·
Visi
Idiologisnya
Seorang
muslim harus mengetahui bahwa dia seorang muslim dan mengapa dia muslim. Orang
menjadi muslim berdasarkan cultural, emosional, ilmu. Kita harus berafiliasi
dengan islam berdasarkan ilmu.
·
Visi Kepribadian
Orang
yang ingin menikah harus memiliki konsep diri yang jelas, mengetahui kelebihan,
kekuarangan, hambatan dan peluang dirinya. Kalau sudah memiliki konsep diri
yang jelas maka ia akan realistis terhadap dirinya, dan dia akan bisa menerima
dan memahami orang lain (pasangannya). Yang pada akhirnya dia akan mencari
pasangan yang tepat buat dirinya bukan pasangan yang ideal/unggul.
·
Visi Pekerjaan
Orang
yang mau menikah harus memiliki konsep pekerjaan yang realistis. Tidak mesti
mapan yang penting dia sudah mengetahui dan mengalami bagaimana mendapatkan
uang dan untuk keperluan dirinya dan cara mendapatkan uang lebih untuk
kepentingan yang
lainnya.
·
Visi Pernikahan
Orang yang mau menikah
minimalnya harus mengetahui tiga hal yaitu :
-
Hak
dan kewajiban suami istri
-
Pendidikan
anak
-
Kesehatan
dan seksualitas
·
Finansial
Pernikahan
tidak hanya kerja cinta tapi juga kerja ekonomi. Jadi sebelum menikah harus
sudah tahu terlebih dahulu bagaimana mendapatkan uang. Dan memiliki proyeksi
yang jelas terhadap peluang yang dapat dijadikan sumber finansial.
Kamu
-->
Kamu
Kamu, iya kamu
Kamu yang disana
Kamu apa kabar?
Kamu baik kah?
Kamu masih sama kah?
Kamu nmasih seperti dulu kah?
Kamu
Kamu, iya kamu
Kamu yang disana, ukan yang lain
Kamu yang selalu tersebut dalam doaku
Kamu yang selalu ada di otakku
Kamu, kamu, kamu, dan kamu, selalu kamu.
Aku
Aku yang heran
Aku yang rindu
Aku yang bingung
Aku yang resah
Aku yang terdiam
Aku yang heran sangat
Aku yang rindu sangat
Aku yang bingung sangat
Aku yang resah sangat
Aku yang terdiam sangat
Aku
Aku heran, kenapa terfikir kamu selalu
Aku rindu, akan semua kenangan
Aku bingung, akankah kita bersatu lagi
kelak?
Aku resah, akankah kita bersatu lagi
kelak?
Aku terdiam, memikirkan itu semua
Aku terdiam, seringkali, namun akhirnya
sadar
Aku pasrahkan saja, semuanya, padaNya..
Masihkah
Apa kabar hati?
Masihkah ia tertaut padaNya?
Masihkah ia bersih dari maksiat padaNya?
Masihkah?
Apa kabar mata?
Masihkah ia menangis karena takut
padaNya?
Masihkah ia melihat yang diridhoiNya?
Masihkah ia melihat tanda tanda
kebesaranNya?
Masihkah?
Apa kabar mulut?
Masihkah ia membaca kalamNya?
Masihkah ia mengatakan yang baik?
Masihkah ia senantiasa berdzikir?
Masihkah ia mengucapkan syukur atas
nikmatnya?
Masihkah ia mengingatkan orang lain
dalam kebaikan?
Masihkah ia terjaga?
Masihkah?
Apa kabar telinga?
Masihkah ia mendengar yan diridhaiNya?
Masihkah ia mendengar nasihat orang
lain?
Masihkah ia mendengarkan lantunan
kalamNya?
Masihkah?
Apa kabar akal?
Masihkah ia memikirkan ciptaaNya?
Masihkah ia merenungi keagunganNya?
Masihkah?
Apa kabar tangan?
Masihkah ia senantiasa menolong
makhlukNya?
Masihkah ia tak menyakiti orang lain?
Masihkah ia digunankan dijalanNya?
Masihkah?
Apa kabar kaki?
Masihkah ia melangkah ke majelis
IlmuNya?
Masihkah ia melangkah memenuhi
panggilanNya?
Masihkah?
Apa kabar tubuh?
Masihkah ia bergetar mendengar kalamNya?
Masihkah ia digunakan dijalanNya?
Masihkah?
Apa kabar diri?
Yang memiliki ‘mereka’ ?
Masihkah ia ingat akan hari itu?
Hari dimana mulut terkunci,
Dan ‘mereka’lah yang bersaksi,
Tentang semua telah mereka perbuat,
Semuanya, tak ada yang terlewat.
INGATKAH ????
Langganan:
Postingan (Atom)